Oleh: kamayudi | Februari 28, 2009

Control Your Own Destiny or Someone Else Will

Tentukanlah takdirmu sendiri, atau orang lain yang akan menentukannya. Itulah kiranya maksud quote dari Jack Welch, pendiri General Electric. Saya akan mencoba membingkai quote tersebut dalam konteks pemilihan umum (Pemilu) karena beberapa waktu ke depan, kita akan dimabukkan dengan serentetan Pemilu, mulai dari Pemilu Legislatif dan Presiden RI, Ketua MWA dan Rektor ITB, Presiden dan MWA Wakil Mahasiswa (MWA-WM) KM ITB, dan bahkan Ketua Himpunan, Senator, dan DPP HMIF. Walau sebenarnya dalam pemilihan Ketua MWA dan Rektor ITB, mahasiswa tidak memiliki hak untuk memilih secara langsung, melainkan melalui representasi MWA Wakil Mahasiswa.

Pemilu mungkin dapat saya terjemahkan sebagai suatu momen bagi kita untuk menentukan masa depan dengan memilih seseorang yang akan memimpin kita nantinya. Dalam artian lain, memberikan harapan, kepercayaan, dan kepatuhan kita kepada kandidat terbaik. Harapan akan perubahan yang lebih baik. Kepercayaan atas kelayakan dan kapasitas sang kandidat. Kepatuhan terhadap kebijaksanaan yang dihasilkan kandidat jika ia memimpin nantinya. Dalam skala tugas kuliah, forum angkatan, asisten lab, keorganisasian himpunan, kemahasiswaan, berbangsa dan bernegara, dan bahkan dunia sekalipun, tentunya kita sebagai makhluk sosial akan berkelompok dan membutuhkan salah seorang dari kita untuk menjadi pemimpin. Pemimpin tersebut dibutuhkan untuk mengarahkan dan mengkoordinasikan upaya-upaya pencapaian tujuan bersama kelompok kita.

Saat ini demokrasi telah memberikan kesempatan bagi masing-masing kita, untuk menentukan masa depan kita. Yang perlu kita ingat adalah sekalipun hak pilih dimiliki perorangan tapi dampak dari akumulasi hak pilih tersebut akan berpengaruh secara komunal. Sehingga ketika kita memutuskan untuk menggunakan hak pilih ataupun golput, maka konsekuensi yang ada tidak hanya harus diambil oleh diri kita sendiri tapi juga orang lain di sekitar kita. Tentu saja memutuskan hal tersebut bukanlah hal mudah.

Mungkin sebagian dari kita berpikir bahwa dengan golput, kita tidak akan ikut bertanggung jawab jika ternyata Pemimpin yang terpilih tidak amanah. Namun pada kenyataannya, dengan golput, kita telah mempercayai siapapun kandidat yang akan menjadi pemimpin, sekalipun ia tidak layak. Dengan demikian, jika kandidat yang tidak layak tersebut terpilih, maka pemilih golput juga seharusnya bertanggung jawab atas hal tersebut.

Keputusan yang lebih bijak dari golput tentunya adalah menggunakan hak pilih, karena dengan menggunakan hak pilih, kita telah secara sadar dan rasional menentukan pilihan. Asal tentunya tidak sekedar pilih. Ibarat propaganda HIMAFI dalam Pemira KM ITB beberapa tahun lalu, “jangan pilih tai kucing dalam karung”, sudah asal pilih (dalam karung), salah pilih pula (tai kucing). Ckckck.. malang nian..>_<

Oleh karena itu, mari kita gunakan hak pilih kita dengan baik dan benar. Baik dengan mengetahui track record, memahami visi misi dan rencana program kerja, serta berpartisipasi dalam hearing. Benar dengan memberikan pilihan yang tepat secara rasional (disamping intuisi). Kenalilah setiap kandidat yang ada, dengan mengikuti segala kampanye dan fasilitas-fasilitas yang telah disediakan Panpel, sebelum pada akhirnya kita menggunakan hak pilih kita.

Mari kita sukseskan Pemilu Ketua Himpunan dan Senator HMIF, Pemira KM ITB, serta Pemilu Legislatif dan Presiden RI!! Sehingga tingkat penggunaan hak pilih mendekati 100% atau setidaknya melebihi Pemilu sebelumnya.

Oleh: kamayudi | Januari 12, 2009

Ernie Davis’s Article

0ernie-davis

Mr. Martin, in the end it turns out you did me a favor when you asked me to write this for The Post. You see, yesterday was my 23rd birthday, and compared to some, that doesn’t seem like a whole lot of life to talk about. Thing is, I don’t know how much more is in front of me. And as you see from the number of pages, if you’ve read this far, I did have a few things to say, or even if I want to. It’s funny. Most people think my life has been all about football. I’ve even thought that myself. But football is just a game. What matters is what you play for. Sometimes, when the game is close and everything is on the line, that’s when you forget the crowd and the noise. That’s when it’s just you against somebody else to see who is the better man. That’s what I like about the game. Because at that moment you are friends and you are enemies and you are brothers.

Quote ini diambil dari epilog film “The Express”. Film ini menceritakan perjalanan hidup seorang pemain American Football legenda untuk Universitas Syracuse, bernama Ernie Davis, yang menempati posisi running back. Ernie berjuang untuk diakui sebagai atlit profesional di tengah diskriminasi ras karena ia seorang kulit hitam. Ernie merupakan orang kulit hitam pertama yang dianugrahi Heisman Trophy. Namun sebelum ia sempat bermain di Cleveland, Ernie terjangkit leukimia yang membuatnya meninggal pada usia 23 tahun.

Oleh: kamayudi | Januari 11, 2009

Seven Pounds

Tujuh hari Tuhan menciptakan kehidupan, tapi dalam tujuh detik aku menghancurkannya..

seven-pounds1

Seorang pria menggunakan identitas adiknya sebagai agen IRS untuk menebus dosa atas kecelakaan yang disebabkan kelalaiannya. Kecelakaan tersebut mengakibatkan kematian tujuh orang dan juga istri pria ini. Karena dia tidak mampu memaafkan dirinya sendiri, maka dia pun mencari tujuh orang yang layak untuk diberikan bantuan. Ketujuh orang dan bantuan yang diberikan kepada masing-masing orang tersebut adalah Emily Posa (donor jantung), Ezra Turner (donor mata), Ben Thomas (donor sebelah paru-paru), Holly Right (donor hati), George Ristuccia (donor ginjal), Nicholas (donor tulang sumsum), dan Connie Tapos (hibah rumah).

Setiap kali kita terjatuh dan hancur, rasa penyesalan akan hadir. Namun yang kita sendiri yang akhirnya harus memutuskan untuk bagaimana melanjutkan kehidupan. Apakah kita akan terus tersungkur memendam rasa penyesalan itu atau terus bangkit untuk memperbaikinya?

Jika kita menyadari kesalahan kita, kemudian berupaya untuk memperbaikinya dengan sungguh-sungguh, bukankah Allah menerima taubat kita?

Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian ia memohon ampun kepada Allah, niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” ( 4 : 110 )

Yah,, walau mungkin masih banyak cara yang lebih baik untuk memperbaiki kesalahan dengan tidak bunuh diri untuk mendonorkan organ tubuh yang vital. Tapi apapun yang kita lakukan, hanya Allah Yang Maha Adil lah yang pantas memberikan balasannya.

Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan seberat dzarrah pun, dia akan  melihat (balasan)nya pula.” ( 99 : 7-8 )

Oleh: kamayudi | Januari 11, 2009

Kita adalah pemilik sah republik ini

KITA ADALAH
PEMILIK SAH REPUBLIK INI

by Taufik Ismail

Tidak ada pilihan lain
Kita harus
Berjalan terus
Karena berhenti atau mundur
Berarti hancur

Apakah akan kita jual keyakinan kita
Dalam pengabdian tanpa harga
Akan maukah kita duduk satu meja
Dengan para pembunuh tahun yang lalu
Dalam setiap kalimat yang berakhiran
“Duli Tuanku ?”

Tidak ada lagi pilihan lain
Kita harus
Berjalan terus

Kita adalah manusia bermata sayu, yang di tepi jalan
Mengacungkan tangan untuk oplet dan bus yang penuh
Kita adalah berpuluh juta yang bertahun hidup sengsara
Dipukul banjir, gunung api, kutuk dan hama
Dan bertanya-tanya inikah yang namanya merdeka
Kita yang tidak punya kepentingan dengan seribu slogan
Dan seribu pengeras suara yang hampa suara

Tidak ada lagi pilihan lain
Kita harus
Berjalan terus.

Oleh: kamayudi | Januari 1, 2009

Darrel Royal’s Letter

Darrell Royal

Surat ini ditulis oleh Darrel Royal, seorang pelatih terkenal University of Texas, Longhorn, pada tahun 1960-an. Surat ini ditujukan kepada para pemain yang sedang dalam perjlanan pulang saat liburan musim pansa untuk mengembalikan semangat bertanding dan antusiasme mereka terhadap Football

Kekalahan itu bukanlah sesuatu hal yang memalukan. Pada saat kita tidak bisa bangkit setelah menderita kekalahan, itulah hal yang memalukan. Disini banyak orang yang mengalami kekalahan dan bangkit kembali setelah melanjutkan kehidupannya dengan gagah berani. Sekarang mari kuperkenalkan sebuah sejarah dari seorang tokoh besar.

1832 Berhenti bekerja karena di-PHK
1832 Gagal dalam pemilihan DPR Negara Bagian
1833 Perusahaannya bangkrut
1834 Terpilih sebagai anggota DPR Negara Bagian
1835 Tunangannya meninggal
1836 Menderita penyakit lemah syaraf
1838 Gagal dalam pemilihan ketua DPR Negara Bagian
1845 Kalah dalam voting calon anggota Majelis Rendah
1848 Gagal terpilih kembali sebagai anggota Majelis Rendah
1849 Ditolak Biro Penyelidikan Pemerintah
1854 Gagal dalam pemilihan Majelis Tinggi
1856 Kalah dalam voting pemilihan Wakil Presiden
1858 Gagal lagi dalam pemilihan Majelis Tinggi
Lalu pada tahun 1860, Abraham Lincoln terpilih menjadi Presiden Amerika Serikat.

Kalian pun yang menghadapi tantangan musim ini sebagai peringkat ketiga, mungkin akan jatuh ke peringkat keenam. Yang mulai di peringkat pertama, mungkin akan menjadi peringkat keempat. Dan, kalian pun akan selalu bertanya-tanya kepada diri kalian sendiri, apa yang seharusnya kalian lakukan setelah mengalami kegagalan tersebut. Apakah kalian hanya bisa menggerutu tentang ketidakmampuan kalian? Atau hal itu justru membakar semangat tempur kalian dan bangkit kembali? Bagi kalian yang tidak bisa bangkit dari kekalahan, kalian adalah orang yang tidak pernah ada sejak awal. Mereka yang merupakan pemain terbaik akan selalu berjuang dan berusaha untuk bangkit kembali secepatnya. Pemain Football standar bangkit sedikit lebih lama, sedangkan para pecundang akan terus terbaring di tanah.

Oleh: kamayudi | Januari 1, 2009

Asakura’s promise

change_dorama

Asakura Keita’s promise during Japan Prime Minister Election on a fiction dorama Change:
“With eyes like your, I will find the problem in politics and correct it. With ears like yours, I will seriously listen to the tiniest voice of those who are called weak. With legs like yours, I will run without hesitation towards the problem scene. With hands like yours, I will work with sweat stained hands and point towards the path that this country should take.  My everything will be like yours!”

Oleh: kamayudi | Oktober 12, 2008

Orang Miskin Dilarang Masuk ITB?

Artikel ini ditulis sebagai bahan penyerapan aspirasi HMIF.
===

Salam Ganesha,

Rekan-rekan HMIF sekalian, delapan tahun sudah PP No.155 tahun 2000 mengubah wajah ITB menjadi BHMN. Sebagai BHMN, ITB dituntut untuk menerapkan prinsip good governance pada setiap kegiatannya. ITB juga harus mampu memenuhi sumber dana disamping dana yang disokong pemerintah. Adapun sumber dana alternatif tersebut berasal dari mahasiswa, hasil riset, alumni, Satuan Kekayaan dan Dana, dan Satuan Usaha Komersial.

ITB BHMN pada akhirnya memberikan dampak bagi mahasiswa, diantara lain adalah peningkatan biaya kuliah untuk setiap angkatan serta dibukanya USM ITB jalur PMBP. Angkatan 2005, 2006, dan 2007 diwajibkan untuk membayar uang kuliah (BPPP) 2, 2.25, dan 2.5 juta setiap semesternya. USM ITB jalur PMBP menetapkan uang pangkal (SDPA) minimal sebesar 60 juta untuk SBM, dan 45 juta untuk selain SBM (terdapat pengecualian untuk beberapa prodi).

Pada beberapa tahun terakhir telah peningkatan populasi mahasiswa S1 setiap tahunnya. ITB sendiri seharusnya mempertimbangkan daya dukungnya dalam menjalankan kegiatan akademis dari seluruh mahasiswa. Rasio antara tenaga pendidik dengan mahasiswa pun mengalami penurunan menjadi 1:15, padahal rasio yang baik untuk adalah sebesar 1:10.

Saat ini ITB sedang menyusun RKA (Rencana Kegiatan dan Anggaran) 2009 yang rencananya akan disahkan pada Desember 2008. Menurut MWA Wakil Mahasiswa (MWA-WM), Rektorat melalui RKA 2009 akan merencanakan untuk menaikkan kembali jumlah mahasiswa 2009 yang akan diterima menjadi 3177. 61% atau 1942 mahasiswa diantaranya berasal dari jalur PMBP. Sedangkan 39% sisanya berasal dari jalur SNMPTN dan Kemitraan Nusantara. Selain itu mahasiswa 2009 dibebankan untuk membayar uang kuliah minimal (BPPP + BPPT) sebesar 3.2 juta setiap semesternya. Kemudian SDPA (jalur PMBP) SBM akan dinaikkan menjadi 80 juta, dan selain SBM menjadi 55 juta. Alamak..jang..!

Mengenai rencana tersebut Rektorat sudah menyerahkan surat pengajuan kepada MWA. Menurut MWA-WM melalui Audiensi kepada Kongres, Rektorat belum memberikan draft pengalokasian anggaran secara komprehensif. Sehingga kemana anggaran 2009 akan dikeluarkan belum diketahui secara pasti. Adapula asumsi yang menyatakan bahwa alokasi tersebut akan diperuntukkan untuk peningkatan fasilitas riset. Benarkah? Pengajuan Rekorat tersebut dikaji lebih lanjut oleh MWA bersama Rektorat pada Sidang Pleno 11 Oktober 2008. Namun ternyata Rekorat sudah mengumumkan rencana terebut secara resmi di situs ITB padahal belum disetujui oleh MWA melalui Sidang Paripurna. Selain pelanggaran etika tersebut, Rektorat juga telah melanggar Arahan MWA dimana komposisi maksimum mahasiswa yang diterima melalui jalur PMBP sebesar 30%.

Sebenarnya sudah ada peningkatan beberapa sumber dan ITB. Disamping itu, pemerintah juga menginstruksikan kepada seluruh lembaga pendidikan untuk tidak menaikkan biaya pendidikan karena alokasi RAPBN 2009 sudah dipenuhi. Kita juga perlu memperhatikan bagaimana realisasi RAPBN 2009 tersebut di lapangan, terlebih lagi jika mengingat dampak krisis ekonomi global.

Untuk sementara ini melalui proses penyerapan aspirasi MWA-WM, KM ITB menyatakan menolak pengajuan Rektorat untuk menaikkan SDPA dan BPPP tahun 2009 sampai pihak Rektorat memberikan keterangan lebih lanjut mengenai alokasi anggaran RKA 2009. Dengan adanya MWA-WM, mahasiswa ITB juga diberikan kesempatan untuk berpartisipasi dan menyampaikan aspirasinya dalam menentukan kebijakan ITB kedepannya. Bagaimanakah dengan aspirasi rekan-rekan HMIF? Sudah saatnya bagi kita untuk turut memikirkan keberlangsungan kampus yang kita cintai ini.

Haruskah ITB mempertahankan obsesinya untuk menjadi world class university dengan memperjualbelikan pendidikan dan menutup akses pendidikan bagi masyarakat dengan ekonomi rendah?

Peran apa sajakah yang harus diambil ITB untuk memenuhi Tri Dharma Perguruan Tinggi (Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian Masyarakat) dan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa?

Lets join the survey!

Untuk Tuhan, Bangsa, dan Almamater.

Oleh: kamayudi | September 20, 2008

Mahasiswa Ideal

Artikel ini dibuat sebagai prasayarat untuk menjadi mentor bagi brigade 2008 KM ITB. Yang baik hanyalah dari sisi Allah, sedangkan segala kekurangan berasal dari kekhilafan pribadi.

Mahasiswa tercatat dalam sejarah sebagai sekelompok pemuda yang bergerak untuk memperjuangkan hak rakyat tertindas. Pergerakan mahasiswa seringkali menjadi dinamisator dan memicu pergerakan rakyat yang mengharapkan perubahan menuju kehidupan yang menempatkan manusia sebagai manusia.

Saat ini, rakyat sudah pupus harapan kepada pemimpinnya karena sudah terlalu lama menjadi budak kemiskinan dan kebodohan. Sementara pemerintah kerapkali mengeluarkan kebijakan yang tidak memihak rakyat dan bahkan menyalahgunakan kewenangannya. Untuk itulah, mahasiswa memposisikan dirinya sebagai middle class yang mampu menjadi penyambung lidah antara rakyat dengan pemerintah.

Baca Lanjutannya…

Oleh: kamayudi | September 20, 2008

Bakso Melintang Komplit

Entah angin apa yang membuat gw ngidam bakso selepas teraweh malem ke-20 Ramadhan 1429H. Sekalian ngasih makan belalang (honda kharisma) tempur, sekarang giliran sang ksatria bodong buncit menyusuri jalan Dipati Ukur untuk mengendus gumpalan daging berkuah. Baca Lanjutannya…

Oleh: kamayudi | September 19, 2008

Aerith di Simpang Dago

Dengan foto ini, gw ingin menampilkan kecantikan seorang Aerith (bukan nama ibu ini sebenarnya lho ya..). Saat ini, wanita seringkali hanya diukur berdasarkan kelamnya rambut, putihnya kulit, dan segala hal yang hanya tampak diluar. Baca Lanjutannya…

Tulisan Sebelumnya »

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.